Cerbung (Fatal Affection) Eps 5 - Fatima Coeg

Cerbung (Fatal Affection) Eps 5


Hi kak, ini epsiode ke 5, episode terakhir yang ku tulis di wattpad dan tidak ada kelanjutannya.

Nah saya harap dengan membagikan cerbung Fattal Affection ini di blog pribadi ku, kedepannya akan saya lanjutkan epsiode-episode berikutnya!

Ohh, i hope!

Males bet mau lanjutin, tapi si Rui belum sampai klimaksnya disini, so aku harap aku bisa lanjutin cerbung ini, enjoy kak!

Baca Dari Episode #1 : Episode #1

Eps 5

2014

Fatal Affection

Keesokan harinya seperti biasa kami anak asrama brangkat bersama ke seoklah pada pukul 7 kurang 15 menit.

Karena memang asrsma tempat kami tinggal tidak terlalu jauh dari sekolah, hanya sekitar 500 meter jaraknya, mengharuskan kami berjalan setiap harinya.

Jadi tidak apa menurut kami, berangkat agak mepet waktu masuk.

Tetapi saat itu sekolah kami sedang ada acara bazar buku, sehingganya jam pertama pelajaran di ganti dengan kami yang d ijinkan untuk sekedar melihat ataupun mebeli buku yang ada bila ingin.

Sebagai kelas khusus, kelas kelas ku ada di lantai 2 di ujung koridor, di himpit kiri kana kelas 7d dan 7f, nah saat itu kami semua anak kelas khusus seperti biasa berkumpul menjadi satu layaknya boyband yang ingin manggung.

Dan kami para anak kelas khusus yang berisi anak pria semua pun merasa paling keren dari anak anak pria kelas lainnya. Saat itu kami berkumpul di anak tangga pertama, di sekolah ada 3 anak tangga, yang pertama ada di pjok kiri tempat kami berkumpul yang kedua ada di tenggah dan yang ke tiga ada di ujung koridor sebelah kanan.

Sontak para siswa yang ingin menuju kelas melalui tangga pertama tempat kami berkumpul jadi sungkan dan malu untuk sekedar permisi ingin lewat.
Kebanyakan siswi memilih memutar lewat tangga kedua di koridor bagian tengah.

Yup kami memang sengaja ingin di perhatikan istilahnya mejeng seraya merasa paling keren saat itu.

Saat itu aku pun mau tidak mau ikut di acara mejeng kumpul ala boyband, dan begitu terkejutnya aku saat memerhatikan siswi yang lalu lalang di bawah kami, ada siswi yang mengenakan tas persis sama dengan tas Alvi.
Sontak aku memberitahu senja, dan kami sama sama memerhatikan kemana kelas yang di tujunya, dan ternyata kelas Alvi tepat di sebelah kiri kelas ku di 7D

Owww man, pikir ku saat itu senang.

Lah sebelah kelas doang, samperin lah kirim surat ajak kenalan, sahut Senja

Nggak ah malu woy, jawab ku

Cemen amat geh, yaudah sini gua yang ngirimin suratnya, buat lah. Balas senja sambil mengejek

Saat kami sedang membicarakan masalah surat menyurat, Fahmi secara sengaja menguping dan menghampiri kami.

Surat ke cewe tah? Ucap Fahmi

Iya mi, nih anak sir sama cewe di kelas 7D. Sebelahan doang yakan langsung lah kirimin surat. Balas senja

7D?? Seriusan? Sama dong! Nia juga 7D. Fahmi yang sedikit kaget

Akhirnya Fahmi merangkul ku dan berkata untuk kerja sama untuk saling mengirim surat dan Fahmi juga penasaran cewe seperti apa si Alvi tersebut.

Aku yang merasa terjebak disini akhirnya memutuskan menuruti kemauan Fahmi, untuk meng Iya kan ajakan kerjasamanya. Padahal aku merasa malu setengah mati untuk mencoba mengirim surat ke wanita yang aku pun belum berkenalan secara langsung. Hanya sekedar tatap muka dan curi pandang saat kemarin berteduh bersama.
Itupun karena ada kawannya si Anisa yang memberi tahu namanya Alvi kepadaku.

***********

Selepas jam pertama usai bazar buku di tutup sementara, dan di lanjutkan jam ke dua, akhirnya kami semua masuk ke kelas dan memulai pelajaran.
Yahh itu sih kawan kawan ku yang antusias mengikuti pelajaran, tidak dengan ku yang malas dan memulai menggambar gambar buku pelajaran ku dengan gambaran manga jepang, aku dari dulu memang suka manga jepang seperti Naruto dan Doraemon, dan aku sedikit bisa menggambar tokoh tokoh manga jepang. Entah bakat atau bagaimana yang jelas kesibukan ku di kelas hanya menggambar.

Setelah jam pelajaran yang membosankan itu usai, dengan di tandai bel istirahat, satu persatu kawan ku pergi dengan tujuan membeli sesuatu di kantin mungkin, atau koperasi sekolah. Dan aku masih asik melanjutkan gambaran ku, dan keasikan ku diusik dengan panggilan dari Sofian kawan ku yang menjadi ketua kelas di kelas kami.

Apaan? Ketus ku

Itu kamu di panggil Fahmi di luar. Jawab Sofian

Apaan dah itu anak ganggu aja. Jawab ku seraya membereskan buku buku dan menghampirinya di luar kelas

Woy, sini sini, cepetan! Panggil Fahmi dengan semangat.

Ku hampiri Fahmi yang sedang berdiri dengan dua wanita yang salah satu wajahnya sudah tidak asing buat ku, itu si Anisa dan wanita satunya lagi aku belum kenal dan lihat wajahnya.

Kenalin ini Nisa sama Nia, sambut Fahmi ketika aku sudah di dekatnya

Ohh elo, yang kemaren kan? Sambut Anisa

Haha iya yang kemaren. Balas ku singkat

Dan wanita yang satunya lagi, cantik putih dan tinggi penglihatan ku cukup menarik perhatiannya, dan dia pun tersenyum senyum terhadap ku.

Nia... ucapnya seraya menjulurkan tangan untuk kiranya ku jabat.

Oh ini toh Nia, pantes Fahmi ngebet, cantik gini pikir ku sambil membalas senyum dan menjabat tangannya.

Tau nggak lo, kalo cewe yang lo sir itu kawan mereka.. seketika Fahmi merngkul pundak ku saat setelah ku lepas jabatan tangan ku dengan Nia.

Cieee, pandangan pertama tah? Seru Anisa

Mau kita kenalin nggak? Tapi dia lagi ke kantin sih.. tambah Nia seraya melirik Anisa

Ahhh... Sial mampus dah aku, malu setengah mati dan terikut ikut ke pusaran cinta monyet ini, grutu ku dalam hati kala itu.
Ya walaupun jujur tetap senang sih karena ingin di kenalkan secara langsung oleh Alvi.

Fahmi pun menoleh ke wajah ku sambil mengeluarkan aura bercahaya di wajahnya seakan, ingin menarik ku untuk bersama berjuang mendapatkan wanita wanita ini.

Belum selesai Fahmi merangkul pundak ku dan seperti ingin membisikan sesuatu, tepat di belakang Nia dan Anisa ada dua wanita yang sedang mendekat, dan saat itulah baru pertama kalinya secara jelas aku melihat wajah Alvi. Ya dua wanita tersebut salah satunya adalah Alvi..

Alvi lebih tinggi sedikit dari ku dengan tahi lalat yang menghiasi dagu kirinya membuat wajahnya semakin manis. Dan aku meleleh saat itu.

Tapi sayangnya Alvi membuang wajahnya seraya masuk ke kelasnya dan Nia maupun Anisa menyusulnya ikut masuk kedalam kelas.

Cantik juga Alvi haha, boleh lah.. pantes lu ngesir ya.. ucap Fahmi sambil melepas rangkulannya di bahu ku.

*********


0 Response to "Cerbung (Fatal Affection) Eps 5"

Post a Comment

Saya akan berusaha mengunjungi kembali blog kamu.
Komentar berisi link aktif dan SPAM tidak akan muncul

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel